Tafsir Surat Al Fatihah

Photo by Ashkan Forouzani on Unsplash



بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله صلى الله عليه وسلم، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أنّ محمّدًا عبده ورسوله وبعد :

Surat al Fatihah merupakan surat yang paling mulia di dalam al Qur`an al Karim, bahkan kaum muslimin wajib membacanya di dalam setiap raka’at shalat mereka, baik shalat fardhu maupun shalat sunnat.
Surat ini dinamakan dengan al Fatihah (yang membuka) karena ia merupakan pembuka al Qur`an al Karim, surat al Fatihah juga mempunyai nama-nama lain, seperti : As Sab’ul Ma-tsani yang artinya tujuh (ayat) yang diulang-ulang (di dalam setiap raka’at shalat), disamping nama-nama yang lain.
Berikut ini tafsir ringkas surat al Fatihah :
((بسم الله الرحمن الرحيم)) [1]
1-    (Aku memulai pembacaan al Qur`an ini) Dengan (menyebut) nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
-       Allah : nama bagi Rabb – subhanahu wa ta’ala –, yang artinya : Dzat Yang disembah dengan benar tanpa selain-Nya. Allah merupakan nama yang khusus bagi Rabb kita.
-       Ar Rahman : Dzat yang memiliki rahmat yang umum meliputi seluruh makhluk-makhluk-Nya.
-       Ar Rahim : Dzat yang memilki rahmat yang khsusus untuk orang-orang yang beriman.

((الحمد لله رب العالمين)) [2]
2-    Segala pujian (yang sempurna) hanya untuk Allah Rabb semesta alam.
-       Al hamd : pujian / sanjungan yang diberikan hanya untuk Allah dikarenakan dua hal :
1)    Sifat-sifat kesempurnaan yang dimiliki Allah.
2)    Perbuatan-perbuatan Allah yang selalul berkisar antara fadhl (kebaikan) dan ‘adl (keadilan).
3)    Nikmat-nikmat dari Allah, baik lahir maupun batin, meliputi : nikmat-nikmat agamawi maupun duniawi yang Allah berikan kepada hamba-hamba-Nya.
-       Ayat ini juga mengandung perintah bagi kita untuk banyak memuji Allah Ta’ala.
-       Rabbu ‘Alamin : Pencipta, Pemilik, Pemberi rezeki dan Pemelihara seluruh makhluk-Nya.
-       Ada dua bentuk tarbiyah (pemeliharaan) Allah Ta’ala kepada hamba-hamba-Nya :
1)    Tarbiyah ‘Aammah (umum), untuk seluruh makhluk, berupa pemberian berbagai nikmat kepada mereka.
2)    Tarbiyah Khashshah (khusus), untuk para wali-wali Allah, berupa pemberian anugerah kepada mereka untuk dapat beriman dan beramal shalih.

((الرحمن الرحيم)) [3]
3-    Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
-       Ar Rahman
-       Ar Rahim
(Lihat tafsir ayat pertama!)

((مالك يوم الدين)) [4]
4-    Yang Maha Menguasai hari pembalasan.
-       Hari pembalasan : yaitu hari kiamat, di mana Allah akan memberi balasan kepada para jinn dan manusia sesuai dengan amal mereka masing-masing.
-       Ayat ini juga mengandung :
1)    Peringatan akan pentingnya bekal menuju kematian dan hari akhir.
2)    Motivasi untuk menguatkan iman dan mperbanyak amal shalih, serta untuk segera berhenti dari segala macam kemaksiatan.

((إيّاك نعبد  وإيّاك نستعين)) [5]
5-    Hanya Engkau yang kami ‘ibadahi dan hanya kepada Engkau kami memohon pertolongan.
-       Ayat ini mengandung :
1)    Perintah untuk ber-tauhid (mengesakan Allah di dalam ber’ibadah) dan larangan berbuat syirik (menyamakan / menyetarakan makhluk dengan Allah di dalam hal ‘ibadah, seperti : orang yang berdo’a kepada Allah namun disampng itu ia juga berdo’a kepada selain Allah).
2)    Obat penawar dari berbagai macam penyakit-penyakit yang dapat merusak hati, seperti : ketergantungan hati kepada selain Allah, riya`, ‘ujub, takabbur, dan semacamnya.

((اهدنا الصراط المستقيم)) [6]
6-    (Ya Allah) Tunjukilah (dan beri) kami (taufik) ke jalan yang lurus (dan istiqamahkan kami di atasnya sampai kami bertemu dengan-Mu).
-       Jalan yang lurus adalah : jalan yang jelas, yang dapat mengantarkan manusia menuju Ridha Allah dan Surga-Nya, jalan lurus tersebut tidak lain adalah : Dinul Islam, yaitu agama Rasulullah صلى الله عليه وسلم yang didasari oleh ilmu yang bermanfa’at dan amal yang shalih.

((صراط الذين أنعمت عليهم * غير المغضوب عليهم ولا الضالّين))
7-    (Yaitu) Jalan orang-orang yang Engkau berikan nikmat kepada mereka. Bukan (jalan) orang-orang yang dimurkai dan bukan pula (jalan) orang-orang yang sesat.
-       Orang-orang yang diberi ni’mat, mereka adalah :
1)    Nabiyyin (para Nabi dan Rasul).
2)    Shiddiqin (orang-orang yang imannya sempurna).
3)    Syuhada` (orang-orang yang mati syahid).
4)    Shalihin (orang-orang yang ber’ibadah dengan ikhlas dan sesuai dengan petunjuk syari’at).
Maka mereka ini disebut dengan : ahlul hidayah wal istiqamah (orang-orang yang ditunjuki oleh Allah dan diberi taufik untuk terus bersikap / berada di jalan yang  lurus hingga ajal menjemput).
-       Orang-orang yang dimurkai : mereka adalah orang-orang yahudi dan siapapun yang memiliki ilmu namun enggan mengamalkannya sehingga mendapat murka dari Allah.
-       Orang-orang yang sesat : mereka adalah orang-orang nasrani dan siapapun yang beramal tanpa dasar ilmu sehingga tersesat dari jalan yang benar.
-       Ayat ini mengandung :
1)    Obat penawar bagi setiap muslim dari penyakit hati, seperti : pembangkangan, kebodohan, kesesatan dan semacamnya.
2)    Bukti bahwa nikmat terbesar – secara mutlak – adalah nikmat Islam. Semakin seseorang mengenal Islam dan semakin mengamalkannya maka semakin kuat pula potensinya untuk meraih jalan yang lurus.
3)    Keutamaan para sahabat Nabi, karena merekalah orang-orang yang paling kenal tentang Islam dan paling benar pengamalan dan prakteknya terhadap Islam setelah para Nabi dan Rasul.

Catatan :
·      Isti’adzah : yaitu ucapan أعوذ بالله من الشيطاان الرجيم (aku berlindung kepada Allah dari godaan syaithan yang terkutuk) bukan bagian dari al Qur`an, namun merupakan doa perlindungan yang disunnahkan untuk dibaca sebelum membaca al Qur`an.
·      Ta`min : yaitu ucapan  آمين (ya Allah perkenankanlah doaku) juga bukan bagian dari al Qur`an, namun disunnahkan untuk dibaca setelah selesai membaca al Fatihah.

Demikian, semoga Allah memberi kepada kita hidayah dan taufiq-Nya untuk memperoleh ilmu yang bermanfa’at dan untuk dapat beramal shalih. Aamiin.

Referensi Utama :  Al Tafsir al Muyassar

Yogyakarta, Senin : 25 Jumadal Ula 1441 H / 20 Januari 2020 M

ولد محمود
[Kamaluddin Najmuddin Al Indunisiy]




Diberdayakan oleh Blogger.